Napak Tilas Transportasi Indonesia [Part 4]


Kembali melanjutkan perjalanan di Museum Transportasi. Setelah di part sebelumnya sudah melihat berbagai koleksi yang ada di area outdoor kali ini kita akan melihat koleksi-koleksi yang ada di bagian indoor gedung utama Museum Transportasi. Berbeda dengan spot yang telah didatangi tadi, bagian indoor ini terasa sangat nyaman karena dilengkapi dengan penyejuk udara, sangat membantu menurunkan rasa gerah yang dirasakan akibat cuaca yang sangat terik diluar tadi. 

Hyundai Ioniq 5

Selain perbedaan fasilitas, untuk koleksi yang ada di bagian indoor ini juga terdapat perbedaan. Jika dari awal kita sudah diperlihatkan koleksi-koleksi yang semuanya adalah koleksi yang bernuansa lawas dan punya nilai sejarah, disini koleksi yang ditampilkan bernuansa futuristik. Hal itu bisa dilihat dari koleksi yang menjadi 'spotlight' yaitu mobil listrik. Mobil listrik yang dipajang disini adalah Hyundai Ioniq 5 edisi spesial, karena ditandatangin oleh Presiden Jokowi. Bisa dibilang dipilihnya mobil listrik Hyundai disini merupakan kolaborasi Hyundai dengan Museum Transportasi. 

Baterai Mobil Listrik

Selain fokus pada mobil listriknya, informasi yang ditampilkan termasuk lengkap, terutama mengenai baterai listrik sebagai tempat penyimpanan energi listrik yang menjadi energi penggerak mobil listrik. Masih diruangan yang sama, terlihat miniatur beberapa model mobil listrik milik hyundai.


Bergerak lebih ke dalam bangunan, di dinding koridor museum tergantung beberapa piagam Museum Rekor Indonesia (MURI). Maju beberapa langkah saya disambut oleh papan informasi beberapa tokoh nasional yang berperan bagi sejarah transportasi di Indonesia. 

Miniatur Lokomotif B.2707

Di sudut koridor, saya disambut oleh miniatur lokomotif B27 dengan skala 1;15. Lokomotif ini dibuat pada tahun 1914 oleh Perusahaan Haartman Chemnitz, Jerman. Lokomotif  dengan berat 35 ton dan berbahan bakar kayu ini memiliki daya sebesar 255 Tenaga Kuda dan dapat dipacu hingga kecepatan 45 Km/jam. Selama di Indonesia, lokomotif ini berdinas di Daerah Operasi (DAOP) Jawa Tengah dan bermarkas di dipo lokomotif Purwodadi.

Maket Stasiun Manggarai

Selain itu ketika berjalan semakin ke dalam kita dapat melihat maket dari rencana pengembangan Stasiun Manggarai. Dari maket ini dapat dilihat bangunan lama Stasiun Manggarai yang memiliki gaya khas eropa tempo dulu berdampingan dengan bangunan baru modern yang berukuran besar. Sejatinya maket ini merupakan rencana pemerintah untuk menjadikan Stasiun Manggarai sebagai Stasiun Sentral yang melayani Perjalanan Kereta jarak jauh dan menjadi pusat transit dari Kereta Commuter Line yang melayani perjalanan antar kota se Jabodetabek. 

Kendaraan Futuristik

Ketika melangkah lebih dalam lagi, terdapat beberapa bagian ruangan yang berisi hal yang menarik dan jarang terdapat di museum-museum di Indonesia, yaitu konsep transportasi masa depan. Transportasi masa depan yang ditampilkan disini tentunya sudah menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Selain itu konsep transportasi masa depan disini sudah memiliki desain yang modern dan futuristik layaknya film-film science-fiction. Salah satunya adalah 'taxi terbang' yang memiliki bentuk seperti drone. 

Purpose Built Vehichle

Setelah puas mengelilingi area indoor Museum Transportasi,  dari sini kita mendapatkan pengetahuan baru mengenai kenadraan listrik dan konsep transportasi masa depan yang mungkin akan kita lihat beberapa tahun kedepan. Selanjutnya kita akan kembali melihat koleksi Museum Transportasi di bagian outdoor yang belum kita datangi. Bagaimana keseruan ceritanya, kita lanjut di part selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kebutuhan Sekunder yang Menjadi Kebutuhan Primer

Masalah Utama dunia Pendidikan di Indonesia

Etika Dalam menggunakan Internet (Netiket)