Belajar Katalon Studio

[Bagian Pertama – Otomasi Pengujian]


Di era teknologi informasi yang berkembang seperti saat ini, permintaan akan perangkat lunak sangat banyak, terutama dari perusahaan-perusahaan besar yang biasanya digunakan untuk menunjang proses bisnis yang berlangsung di perusahaan mereka. Baik itu perangkat lunak yang baru dikembangkan maupun perangkat lunak yang sudah ada kemudian ingin mereka upgrade kembali.

Katalon Studio dikembangkan berdasarkan open source framework automation ternama yakni Selenium, Appium dengan spesialisasi pada IDE[2] antarmuka untuk pengujian aplikasi baik itu aplikasi desktop, aplikasi web, API[3] dan aplikasi mobile. Katalon Studio mendukung dua antarmuka dalam pembuatan test case, yakni antarmuka secara manual dengan minim proses teknikal dan minim script dan antarmuka yang dikhususkan untuk penguji yang berpengalaman dengan banyak proses teknikal dan script.

Masalahnya, proses pengembangan perangkat lunak tidaklah sederhana dan terdiri dari beberapa langkah. Mulai dari menganalisis kebutuhan atau spesifikasi yang dibutuhkan. Mendesain perangkat lunak yang akan dibuat berdasarkan hasil analisa spesifikasi. Pembuatan atau pengembangan perangkat lunak berdasarkan desain yang telah dibuat. Hingga pengujian perangkat lunak yang sudah selesai dibuat atau dikembangkan tadi. Dalam proses pengujian atau testing perangkat lunak, selama ini biasanya dilakukan secara manual dan dilakukan dalam waktu yang tidak sebentar. Masalahnya, jika sebuah sistem atau perangkat lunak yang dikembangkan memiliki kerumitan atau proses bisnis yang tidak sederhana otomatis akan menambah durasi timeline pengembangan perangkat lunak tersebut. Jika kasusnya seperti itu, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi nya beberapa kasus pengujian yang meleset atau tidak terpenuhi. Sehingga perangkat lunak yang nantinya akan diserah terima ke pengguna / user kemungkinan besar masih banyak memiliki bug[1]. Untuk itulah dibutuhkan suatu tools yang bisa digunakan untuk membantu proses pengujian perangkat lunak, agar proses pengujian perangkat lunak bisa dilakukan secara efisien dari segi waktu pengerjaan dan hasil/kualitas pengujian.

Saat ini, di pasaran cukup banyak tersedia beberapa tools yang bisa digunakan untuk membantu melakukan proses pengujian. Di antaranya seperti Selenium, Appium, SOAP UI, Katalon Studio, dll. Nama tools terakhir merupakan tools yang saat tulisan ini dibuat, sedang “naik daun” atau banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan pengembang perangkat lunak. Dalam tulisan ini, saya akan mengulas sedikit-banyak mengenai Katalon Studio ini.

Katalon Studio sendiri dikembangkan oleh perusahaan Katalon Inc sejak tahun 2015 dan mulai digunakan dalam lingkup internal perusahaan. Baru di September 2016 Katalon studio di rilis untuk publik. Selanjutnya Katalon Studio makin banyak digunakan dengan mencapai 9% penetrasi pasar untuk User Interface test automation di tahun 2018.

[1] Bug - kekutu(bahasa Indonesia) adalah kesalah dalam pemrograman perangkat lunak, yang mengakibatkan malfungsi fitur pada perangkat lunak tersebut.
[2] IDE (Integrated Development Enterprise) adalah aplikasi peranglat lunak yang mendukung berbagai fitur dalam pengembangan perangkat lunak.
[3} API (Application Programming Interface) bisa dikatakan cara perangkat lunak berkomunikasi dengan perangkat lunak lain. Biasanya berjalan secara backend.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kebutuhan Sekunder yang Menjadi Kebutuhan Primer

Masalah Utama dunia Pendidikan di Indonesia

Etika Dalam menggunakan Internet (Netiket)