Ga setuju sama hari valentine? Atau nolak hari valentine? Begini caranya….

1) Untuk pemerintah, daripada terus jadi kontroversi masyarakat terus sebaiknya pemerintah memberikan solusi terhadap pro-kontra tentang perayaan hari valentine ini. Saran saya adalah sebaiknya pemerintah membuat hari kasih sayang versi Indonesia juga di tanggal yang berbeda dengan hari valentine. Dalam pembuatan hari kasih sayang versi Indonesia tersebut tentunya harus ada event bersejarah yang tepat dengan penetapan hari kasih sayang versi Indonesia tersebut yang juga ada hubungannya dengan kasih sayang. Misalnya tanggal dimana Pemerintah Indonesia melakukan perjanjian perdamaian dengan pihak GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Loh apa hubungannya perjanjian perdamaian dengan kasih sayang? Jelas ada, tanpa adanya rasa kasih sayang tentunya suatu perdamaian antara beberapa pihak yang sedang berkonflik apa lagi konflik tersebut sudah berlangsung selama puluhan tahun tidak akan pernah terwujud. Memangnya yang pengertian kasih sayang itu hanya kepada pacar, istri atau orang yang kita cintai saja? Kasih sayang itu pengertiannya sangat luas. Bisa kasih sayang antara orang tua dengan anak, manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan manusia lain dan manusia dengan alam. Orang yang berpikir kalau yang namanya kasih sayang itu cuma kasih sayang dengan pacar, istri atau orang yang dicintai saja berarti orang tersebut berpikiran sangat sempit dan kaku!
2) Yang kedua, andai saran saya tersebut tidak di dengar pemerintah, saya punya saran buat orang-orang yang tidak setuju dengan adanya hari valentine. Yaitu dengan sharing kepada teman-teman atau sahabat-sahabatnya yang merayakan hari valentine, tentunya dengan bahasa yang baik dan sopan. Karena daripada kita panas-panasan di pinggir jalan sambil teriak-teriak anti-valentine, lebih baik kita sharing kepada teman atau sahabat, tempatnya bisa dimana saja lagi, bisa dirumah atau sambil nongkrong di warung baso. Hal tersebut menurut saya tentunya lebih efektif daripada harus capek-capek turun ke jalan sambil orasi. Secara logika juga, orang yang lihat orang gerombolan lain yang tidak dikenal di jalan teriak-teriak anti-valentine dengan seorang sahabat yang menyampaikan secara santai dan sopan menolak perayaan hari valentine, tentunya lebih percaya kepada sahabatnya tersebut daripada gerombolan orang yang tidak dikenal tadi.
Sepertinya Cuma itu saja yang dapat saya bagi kepada kalian. Dan semoga kontroversi mengenai perayaan hari valentine ini akan cepat ketemu solusinya, agar tidak menimbulkan bibit-bibit perpecahan ditengah-tengah masayarakat.
kalau hari kasih sayang mesti di tetapkan dan di atur.¿¿
BalasHapusbgmna dengN hakekat ksih sayang itu sendiri
kan yang diatur harinya aja, sedangkan hari tersebut ibaratnya sebagai memorial aja, mau dirayain gpp mau ga dirayain jg gpp. Jadi intinya kasih sayang itu kembali kepada diri setiap orang itu sendiri. Karena hakekatnya kasih sayang itu adalah tulus dan tanpa paksaan... begitu...
BalasHapuskasih sayang itu setiap hari....
BalasHapuskunjungi juga..
http://satriamanagement88.blogspot.com/#