Sabtu, 13 Agustus 2011

Asal Nama Bulan dalam Kalender Masehi

Kalender merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan sehari-hari kita. Kalender mempunyai banyak fungsi seperti untuk menentukan rencana dimasa depan, membuat jadwal dan sebagainya. Kalender masehi sendiri merupakan kalender yang dibuat berdasarkan waktu perputaran matahari. Kalender masehi terdiri dari beberapa bulan, yang masing-masing bulannya mempunyai nama yang unik dan berbeda dari bulan lainnya. Tapi, tahukah kalian asal mula dari penamaan masing-masing nama bulan pada kalender masehi? Berikut adalah penjelasannya.



1. Januari

Yang pertama adalah Januari. Januari merupakan nama bulan pertama dalam kalender masehi. Kata Januari diambil dari Janus yang merupakan nama dewa kepercayaan bangsa Roma yang memiliki dua wajah. Kedua wajah dewa tersebut saling bertolak belakang, dengan yang satu menghadap kedepan, dan yang lain menghadap kearah sebaliknnya. Arah wajah dewa yang yang menghadap kedepan sebagai perlambang pandangan masa depan, dan arah wajah yang menghadap kebelakang bermakna pandangan masa lalu.

2. Februari

Nama bulan selanjutnya adalah Februari. Februari berasal dari kata latin Februa, yaitu suatu istilah untuk pesta penyucian yang diselenggarakan oleh bangsa Romawi kuno pada setiap tanggal 15 Februari. Bulan Februari merupakan bulan yang memiliki jumlah hari paling sedikit yakni 28 hari pada tahun biasa, dan 29 hari pada tahun kabisat yang jatuh setiap 4 tahun sekali. Hal ini disebabkan karena untuk mengimbangi kekurangan dan kelebihan akibat hitungan dari dalam setahun yang tidak bisa bulat, yakni 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 46 detik.


3. Maret

Selanjutnya bulan ketiga adalah Maret. Maret berasal dari kata Mars yang merupakan nama dewa perang kepercayaan bangsa Romawi kuno yang terkenal karena kegarangan dan keberaniannya yang tiada tanding. Semula bulan Maret merupakan bulan pertama dalam kalender Julian (yang dipakai saat ini). Namun tidak diketahui secara pasti tentang siapa dan bagaimana sejarahnya hingga bulan Maret berpindah keurutan ketiga.



4. April

Merupakan bulan keempat dalam kalender masehi. Hingga kini asal mula kata April masih belum bisa disepakati dengan pasti. Ada yang mengakatan bahwa kata April berasal dari kata Aphrodite yang berarti dewi cinta. Sebagian lain menyebutkan bahwa kata April berasal dari kata Aperire yang berarti membuka. Pendapat ini muncul karena orang Yunani menyebut musim semi dimulai pada bulan April dan mereka menyebutnya dengan istilah ‘pembukaan’.



5. Mei

Lalu dibulan kelima ada bulan Mei. Kata Mei kemungkinan diambil dari kata Maia Majesta, yang merupakan nama dewa musim semi. Musim semi dirayakan dengan meriah dengan berbagai macam festival oleh mayoritas rakyat Eropa. Gadis tercantik dan pria tertampan dipilih untuk dinobatkan menjadi raja dan ratu yang akan memimpin tarian dalam festival tersebut. Di Inggris Raya tradisi tersebut masih dilakukan tiap bulan ini, ratu disebut Maid Marian dan sang raja Robin Hood.

6. Juni

Bulan keenam adalah bulan Juni. Kata Juni berasal dari kata Juno. Juno merupakan nama dewi feminim yang melambangkan harkat kewanitaan yang membawa kebahagiaan keluarga. Bagi masyarakat Eropa, bulan Juni dianggap bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Mereka beranggapan bahwa melangsungkan pernikahan pada bulan Juni akan membawa kebahagiaan pada pasangan pengantin dan keturunannya.

7. Juli

Setelah Juni ada bulan Juli. Pada awalnya bulan ini terletak diurutan kelima dan sebelumnya bernama Quintilis. Namun ketika Roma dikuasai oleh Mark Anthony nama bulan tersebut diubah menjadi Juli yang diambil dari nama Julius Caesar sebagai penghormatan. Dalam literatur tidak disebutkan apakah Mark Anthony juga memindahkan urutan bulan tersebut.


8. Agustus

Bulan kedelapan ini namanya juga diambil dari salah satu nama Kaisar Romawi Agustus. Dan ia sendiri pula yang namanya dalam kalender tersebut, dan mengurangi jumlah hari dalam bulan Februari, sehingga bulan Februari menjadi bulan dengan jumlah hari paling sedikit.

9. September

Bulan kesembilan ini berasal dari kata Septa, yang berarti tujuh. Karena pada mulanya bulan ini ada diurutan ketujuh dalam kalender Julian. Namun pada abad ke-8 SM, pembagian tahun diubah menjadi 12 bulan yang pada awalnya berjumlah 10 bulan tanpa merubah namanya terlebih dahulu. Hingga kini, walaupun September berasal dari kata Septa yang berarti tujuh, bulan ini tetap berada diurutan kesembilan.

10. Oktober

Berasal dari kata Okto yang berarti delapan. Ceritanya sama seperti bulan September yakni pada awalnya terletak diurutan kedelapan lalu digeser keurutan kesepuluh, sehingga bulan-bulan selanjutnya juga ikut bergeser tanpa adanya perubahan nama berdasarkan urutan.

11. November

Berasal dari kata Novem yang dalam bahasa Latin berarti Sembilan. Sebelum diadakan perubahan di zaman Julius Caesar, bulan November berjumlah 29 hari, bukan 30 hari seperti saat ini. Orang-orang Inggris kuno menyebut bulan ini sebagai bulan berdarah karena musim pembantaian ternak menjelang musim dingin.

12. Desember

Dari zaman Romawi Kuno hingga saat ini bulan Desember selalu berada diurutan terahir dalam penanggalan kalender. Nama Desember diambil dari kata Decem yang berarti sepuluh. Oleh masyarakat yang hidup di negara belahan bumi bagian utara, bulan Desember dikenal dengan bulan suci karena semua tempat ditutupi oleh salju sepanjang hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar